Pelangi tak sama dengan hujan dan matahari

Karena pada kenyataannya pun pelangi tak sama dengan hujan dan matahari.

Jika matahari slalu hadir disetiap tiba waktunya. Maka hujan pun akan tiba disetiap masanya.

Hadir dalam beberapa waktu pada posisi yang seharusnya. Dan dalam jangka waktu yang lebih dari beberapa jam putarannya.

Namun, lain dengan pelangi yang hadirnya itu ketika hujan benar-benar telah lelah untuk menumpahkan seluruh isinya dan matahari yang telah kembali pada posisi yang seharusnya.

Ia tampak dengan lengkungan bentuk indah yang mempesona. Serta sejuta warna yang menakjubkan dunia.

Biarkan ombak yang kan jadi saksi atas keindahan warnanya. Dan inilah pergerakan alam ciptaan Tuhan.

Kehadiran pelangi tak selama masa ketika hujan dan matahari ketika telah berada pada posisinya.

Betapa istimewa sebuah pelangi ketika Tuhan sangat-sangat menjaga warna indahnya.

Pelangi

Hanya bisa terdiam dalam tatap. Seakan pelangi hanya sebatas angan. Tak dapat tergenggan dalan asa. Bahkah hanya untuk menyentuhnya pun sulit.

Kenapa sinar mentari begitu indah.? Hingga meraihnya adalah hal tersulit yang pernah ada. Keberadaannya seolah hanya bayangan.

Namun, merasakannya adalah kenyamanan.

Imajinasi yang telah terbang dalam hayal.

Karena pada hakikatnya hujan tak akan berjalan seiring dengan matahari. Dan matahari tak akan berjalan seiring dengan pelangi.

Seperti halnya ragamu yang seolah sulit walau hanya untuk ku genggam dalam angan. Kemudian, apa langkah setelah luka itu tergores.? Aa langkah setelah cerita itu usai.?

#entahlah

Biarkan alam dan skenario Tuhan berjalan apa adanya.

Perpisahan 1

Biarkan waktu yang kan memisahkan kembali. Karena waktu yabg telah mempertemukan kita pada kebersamaan yang singkat.

Sebenernya bukan waktu yang nentuin sih.

 Tapi takdir yang terus berjalan…

Kehendak Tuhan yang tak bisa dihentikan.

Tak apa jika akhirnya kita berpisah. Karena setidaknya kita pernah punya cerita.

Tak apa jika kita berpisah cuma oleh jarak. Karena setidaknya kita masih saling ngontek.

Dan tak apa jika segalanya tak sesuai rencana. Karena setidaknya kita pernah berusaha.

Belajar itu gak mesti pake materi. Tapi juga pengalaman pribadi.!

Semangat meraih sukses..!

Kalian adalah Hujan, matahari dan pelangi

Aku terdiam dalam keadaan yang seakan telah terlupakan dalam angan. Jiwa yang terhempas jauh pada memory yang pula menjauh. Mengikuti langkahmu yang sulit untuk sekedar ku raih. Bahkan hanya untuk ku tatap pun susah. Karena kamu terlalu cepat melangkah. Seilah aku terdiam dan tertinggal oleh masa lalu. Pandangan hidup yang kian redup. Seakan semua telah sirna pada kekecewaan.

Mungkin hujan telah memberinya beban. Meninggalkan sisa-sisa tetesan air yang tanpa mereka sadari bahwa, luka itu kian membekas.

Hingga satu menit kemudian, pelangi telah tampak pada posisinya. Tercipta dalam sejuta warna baru yang indah. Dan yang nampak saat itu hanyalah sebuah warna indah yang mampu melupakan sisa-sisa air hujan yang sempat jatuh menyayat bumi.

Semua begitu indah dan nampak mempesona.

Hingga terhanyut dalam keindahannya adalah suatu hal yang mungkin semua orang pun merasakannya.

Seolah pelangi telah membentangkan tangannya untuk menyambut kebahagiaanku dimasa yang akan datang.

Aku benar-benar terhanyut dalam kebahagiaan.

Menciptakan skenario baru yang menakjubkan. Hingga terbang. Tanpa bisa ku cegah sebelumnya. Dengan mata terpejam dan jiwa yang tenang. Hidup ada dalam genggaman dan kebahagiaan ada dalam senyuman.

Waktu terus berjalan seiring raga yang terus mendekat pada posisi pelangi.

Satu jengkal lagi…. Sampai satu detik lagi. Mingkin ragaku telah sampai pada sejuta warna indahnya. Namun, satu waktu setelah itu, matahari kian tampak dari persembunyiannya.

Sorotan cahayanya semakin kuat.

Mendekat dan terus menampakkan diri.

Hinggah sorotan warna indah pelangi pun seakan terkalahkan sinarnya. Karena cahaya pelangi terlalu indah untuk dilupakan. Maka, ditengah angan. Ragaku terpaku bimbang. Bumi seolah telah berhenti berputar.

Lalu, haruskah aku kembali pada posisi matahari.? Atau aku harus kembali pada posisi pelangi yang mungkin satu detik yang akan datang ia akan pergi.?

Pada hakikatnya pelangi kan pergi ketika matahari telah kembali.

Apakah pelangi hanya bersinggah? Memberi sepercik harapan untuk bumi yang kian sendiri.?

Entahlah… Karena alam pun tau apa yang telah terjadi dalam skenario perjalanan hidup ini.

Pelangi

Ketika hujan telah lelah untuk menumpahkan seluruh isinya. Maka ketika itu pula pelangi datang dengan sejuta warna baru dalam dirinya. Namun satu menit setelah warna indah itu tampak. Satu menit kemudian matahari kembali pada posisinya. Dan pelangi pun semakin pudar. Hingga pembiasan cahaya itu telah hilang dengan sendirinya.

Wahau hujan, matahari dan pelangi…

Secepat itukah kalian pergi.?

Apakah kehadiran kalian hanya sekedar singgah, melepas lelah dengan menggores sedikit cerita, namun begitu dalam dan membekas..? Lalu pergi dan tak kembali.?

Menyia-nyiakan kepercayaan yang sempat tertanam.? Dan melupakan sebuah rasa kenyamanan yang pernah ada.

Harapan semakin pudar, mengikuti langkahnya yang kian menjauh pergi.

Dan hanya dapat menatapnya dalam diam, walau hati sulit untuk sekedar menerima keadaan.

Hujan, matahari dan pelangi.

Dear Hujan, matahari dan pelangi.

Pelengkap cerita dari panjangnya sebuah perjalanan. Persinggahan singkat yang memberikan banyak pelajaran dari segala pengalaman yang terjadi. Sebuah pergerakan alam yang menjadi saksi atas adanya kenyamanan dalam persaudaraan. Seolah dunia pun tau. Kita adalah sebuah keluarga yang tercipta karena rasa yang berawal dari kepercayaan. kemudian berubah menjadi kenyamanan yang tak membutuhkan alasan. Kita bersama karena jalan kita satu tujuan, walaupun jalan kita tak searah. Tapi kita satu tujuan. Tak ada alasan apapun yang dapat meruntuhkan kepercayaan. Karena kita adalah sebuah keluarga. Biarkan alam bergerak pada jalan yang seharusnya. Maka kamu akan mengerti dikemudian harinya.
Tunggu diteks berikutnya….

Hidup itu proses

Sebuah proses hidup yang belum berakhir. Perjalanan yang masih berlanjut. Cita-cita yang masih jadi impian. Keinginan yang masih jadi harapan. Tak ada kata berhenti untuk sebuah perjalanan. Tak ada kata menyerah untuk segenggam impian. Tak apa jika kaki berdarah karena jatuh. Tak apa jika air mata mengalir karena lelah. Tak apa. Yang pasti, kembalilah untuk berani membuka lembaran baru. Kembali berani untuk bermimpi dan bercita-cita tinggi. Jangan takut untuk jadi orang hebat.! Jatuh bukan alasan yang tepat untuk berhenti. Percaya akan skenario Tuhan dan segala yang ditakdirkannya. Semua akan baik-baik saja. Semua akan berakhir sempurna dan takdir pasti akan berkata yang sesungguhnya.

Percaya gak percaya.